0

5 Hal Sering Dilakukan Orang Tua Malah Menghancurkan Masa Depan

5 Hal Sering Dilakukan Orang Tua Malah Menghancurkan Masa Depan

5 Hal Sering Dilakukan Orang Tua Malah Menghancurkan Masa Depan

5 Hal Sering Dilakukan Orang Tua Malah Menghancurkan Masa Depan

5 Hal Sering Dilakukan Orang Tua Malah Menghancurkan Masa Depan-Setiap orang tua pasti sayang pada anaknya dan selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Akan tetapi, banyak orang tua tidak sadar, apa yang mereka lakukan mereka anggap “baik” untuk anaknya sebenarnya tidak baik untuk anak itu sendiri. agen poker terpecaya

Yuk, mari kita simak apa saja perbuatan orang tua terhadap anak yang bertujuan baik namun malah menghasilkan efek sebaliknya!

1. Terlalu mengendalikan anak

Banyak orang tua yang mengendalikan anaknya secara berlebihan, pokoknya apa perkataan orang tua harus didengarkan, kalau tidak didengar, namanya melawan orang tua. agen bandar poker

Memang kadang perkataan orang tua itu baik, tapi bila orang tua sama sekali tidak mendengarkan kemauan anak, hanya memaksakan kehendak sendiri saja, bisa-bisa ini berdampak buruk pada anak.

Anak yang dituntut selalu menuruti perkataan orang tua akan sulit menjadi orang yang mandiri kelak, juga menyebabkan anak tertekan secara psikologis. agen bandar Q

Banyak juga orang tua yang mengatur-atur masa depan anaknya, seakan-akan hidup anak adalah miliknya, harus mengikuti apa yang sudah direncanakan ayah dan ibu. Anak bukanlah alat atau boneka yang digunakan untuk merealisasikan mimpi orang tua, melainkan orang tua harus menjadi pendukung bagi anak untuk merealisasikan impiannya sendiri.

2. Membanding-bandingkan anak

“Lihat tuh si A, dia aja dapat nilai 100, masa kamu gak bisa?” agen poker

“Temanmu bisa menggambar dengan bagus, kenapa kamu tidak?”

“Dulu ketika kecil ibu bisa begini begitu, masa kamu tidak bisa?!”

Pada masa sekolah, orang tua sering membanding nilai anak di sekolah, padahal nilai bagus di sekolah bukanlah sebuah jaminan untuk sukses bila anak tidak bisa menggunakan apa yang ia pelajari ke dalam hidup nantinya.

Baca juga : Dokter Menyarankan Untuk Menggugurkan Bayinya

Membandingkan anak bukan malah membuatnya merasa “terpacu”, justru malah membuatnya hilang kepercayaan diri, merasa dirinya tidak cukup baik, tertinggal dengan yang lain, bahkan berpotensi membuat anak benci pada orang tua. domino QQ

Setiap anak terlahir berbeda. Kemampuan dan kelebihannya juga berbeda. Kita tidak bisa menuntut anak untuk sama seperti anak lain. Daripada membanding-bandingkan, lebih baik temukan solusi yang tepat untuk setiap anak secara individu. Apa yang ia tidak bisa, di mana ia menemui kesulitan, perbaiki itu!

3. Menjadi “pembantu” bagi anak

Minum? Diambilin. Kamar? Diberesin. Makanan? Disiapin. Memang merawat anak adalah tugas orang tua, tapi ada batasan-batasannya. Ketika anak sudah mencapai umur tententu, saatnya belajar mandiri, orang tua jangan terlalu mengurusnya, ajarkan ia untuk mandiri dari kecil. Bukan sedikit-sedikit, “sini biar ibu saja!” Hal ini akan membuat anak sampai sudah dewasa pun tidak bisa melakukan hal-hal kecil dengan benar.

4. Terlalu melindungi anak

Setiap orang tua pasti sayang sama anaknya, tapi bila terlalu melindungi anak (over-protektif), takut anak jatuh, takut anak kotor, takut anak kenapa-kenapa, sebenarnya akan membuatnya jadi anak yang manja, takut ini takut itu, tidak berani dan tidak bisa lepas dari perlindungan orang tua.

Melindungi anak sebenarnya sah-sah saja, tapi orang tua harus tahu sampai batas mana seorang anak harus dilindungi, misalnya pada batas wilayah yang cukup aman, beri dia kelonggaran dan kesempatan untuk belajar, tidak hanya dari kesulitan tapi juga dari kesalahan yang ia lakukan.

5. Terlalu menuruti keinginan anak

Orang tua pasti selalu ingin memberi apapun yang anaknya inginkan. Tapi, sikap ini terkadang akan membuat anak tumbuh besar menjadi egois karena ia selalu mendapat apa yang dia inginkan.

Ketika ia suatu hari menemui kesulitan, tidak bisa mendapat apa yang ia inginkan (sangat sering terjadi di kehidupan nyata), ia tidak akan bisa menerimanya dan mungkin melakukan hal-hal yang di luar nalar.

Sebaiknya, jika anak punya keinginan, beri tugas yang bisa ia kerjakan, lalu sebagai hadiahnya, ia diizinkan untuk mendapatkan barang tersebut. Ini akan melatih semangat juang pada anak untuk mencapai apa yang diinginkannya kelak.

Bijak-bijaklah dalam mengajar anak Anda, ayah & bunda! Semoga bermanfaat!

Andini Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *